Rabu, 19 Juni 2019

Ada Cerita di VCT Batch 4 Jabar 05


Ada Cerita di VCT Batch 4 Jabar 05
Oleh : Iwan Sumantri (Peserta Grup 5.3)

Cibadak, 19 Juni 2019. Mendekati 11 hari terakhir kegiatan pelatihan online VCT Batch 4 Jabar 05 VCI 77 Jabar, blog guru ataya mencoba berbagi sesuatu yang berharga dan bermanfaat bagi kita semua, terutama para guru/peserta VCT dan tentunya kita para guru di negeri ini.

Berikut ada sebuah catatan dan motivator VCT yang membuka dan memberikan magnet semangat, serta wawasan kita ketika kita mengikuti pelatihan ini.

Ayo kita simak :

"2016 awal saya mengenal namanya pelatihan online tepatnya belajar edmodo waktu itu.
Awal saya bisa ikut pelatihan online saat ikut rakor IGI Jabar kala itu,pak Gatot meminta kami yang hadir ikut pelatihan online.saya bilang apa bisa pak ?saya kalau Sabtu kuliah gimana bisa mengikuti nya
Kata pak Gatot saat itu kan kamu punya hp,install webex nya simak materi nya dari HP
Kalau gak paham bertanya di grup wa

Dari sana saya mencoba belajar namanya pelatihan online,wih ternyata seru banget lho ikut pelatihan online itu.
Saya yang awalnya gaptek,wong guru akuntansi install software aja dulu selalu minta tolong orang lain untuk membantu nya
Tapi sejak ikut online belajar dikit dikit Alhamdulillah bnyk ilmu ku dapatkan,bnyk temen baru ku dapatkan bahkan seperti keluarga baru ku
Saling bantu saling berbagi.

Minggu, 16 Juni 2019

Asyiknya Gabung di VCT Batch 4 VCI 77 Jabar 5.3

Asyiknya Gabung di VCT Batch 4 VCI 77 Jabar 5.3
Oleh: Iwan Sumantri (Guru Matematika)


Cibadak, 16 Juni 2019, tiga minggu sudah kegiatan pelatihan VCT Batch 4 VCI 77 Jabar 5 berjalan, banyal hal yang bisa didapat dari kegiatan tersebut,

Berikut saya selaku salah satu peserta pelatihan tersebut akan mencoba berbagi dan sharing apa saja yang sudah di dapat, yang akan didapat dan tentunya hasil akhir nanti. Awalnya saya saya bayangkan kegiatan tersebut susah,sulit,sukar, ribet dan banyak hal-hal yang secara logika susah untuk saya ikuti. Tak percaya diri dan semangat untuk mengikuti pelatihan nol besar, ternyata itu hanya isapan jempol. Itu hanya penilaian dari diri saya yang harus di buang jauh-jauh. Saya coba dengan pelan-pelan dan pasti suatu saat akan menghasilkan. Perasaan yang timbul dalam diri saya, apa saya bisa? apa saya sanggup untuk bisa lulus? apa saya hanya seorang guru matematika bisa dan mampu untuk mengerjakan tugas yang sepintas berat dan susah. Dari hari kehari sejak saya mengikuti pembukaan kegiatan di SMANTI (SMA Negeri 3 ) kota Sukabumi, saya jawab dengan hal berikut yang saya coba bagikan kepada rekan,sahabat dan guru-guru yang mungkin hari ini masih mandeg dan bingung dalam dirinya, apa yang harus saya lakukan.

Coba dan lakukan hal berikut ini sesuai dengan pengalaman yang sudah saya lakukan :

Minggu, 26 Mei 2019

Ada Sesuatu di VCT Batch 4 VC Indonesia 7 Jabar 5

Ada Sesuatu Di VCT Batch 4 VC Indonesia 7 Jabar 5
Oleh : Iwan Sumantri

Blog Guru Ataya kali ini akan mencoba mengulas tentang VCT. Apa itu VCT?
VCT (Virtual Coordinator Training) atau Koordinasi Kelas/Ruang Maya yang sekarang sedang marak di berbagai daerah di seluruh Provinsi Indonesia. VCT sekarang ini dianggap penting. Dalam rangka persiapan Indonesia di Industri 4.0, dimana salah satunya adalah kolaborasi/kerjasama antar negra, antar provinsi,antar kabupaten/kota,antar MGMP/KKG bahkan antar sekolah yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan,skill,pertukaran ilmu pengetahuan dan hal lainnya, yang semula jauh, atau susah dengan VCT akan menjadi dekat dan mudah.

Berikut blog guru ataya akan mencoba berbagi sesuatu apa yang sudah,sedang dan akan didapatkan dari ikut pelatihan VCT Batch 4 ini.

1.    KECAKAPAN VIRTUAL COORDINATOR

Seorang virtual coordinator harus memiliki kecakapan dalam mengelola pelatihan atau pembelajaran berbasis dunia maya menggunakan platform video conference. Merancang dari awal kegiatan hingga publikasi ke sosial media. Karena itu, inilah kecakapan minimal yang harus dimiliki oleh VC Indonesia :

A. Persiapan Kegiatan
 1. *Membuat flyer / poster* digital untuk mengajak dunia luar bergabung. Tool yang dapat digunakan dalam membuat flyer digital sangatlah banyak, diantaranya Photoshop, Coreldraw, Canva, berbasis online seperti postermywall.com, bahkan bisa menggunakan aplikasi familiar seperti Ms. Word dan Powerpoint. Berikut salahsatu link yang bisa dipelajari untuk membuat flyer digital gg.gg/flyer-digital
2. Untuk mendukung flyer yang telah dibuat, VC harus punya kecakapan menulis *narasi kegiatan*, berisi pengetahuan awal tentang hal yang akan disampaikan, jadwal kegiatan serta informasi link platform video conference, room number dan password
3. Jika kegiatannya terbatas pada kalangan tertentu, VC harus punya kecakapan melakukan rekrutmen secara online melalui diantaranya google form, microsoft form atau zoho forms dan sebagainya
 
Saat Pembukaan VCT Batch 4 di SMANTI (Foto Dok Pribadi)
B. Implementasi kegiatan

Kamis, 09 Mei 2019

Ada Nilai Karakter di Leg 2 Semi Final Liga Champion Eropa 2019

Ada Nilai Karakter di Leg 2 Semi Final Liga Champion Eropa 2019
Oleh : Iwan Sumantri

Masih ingat dua pertandingan sepak bola di ajang semi final leg 2 Liga Champions UEFA  tanggal 8 Mei 2019 dini hari  lalu yang mempertemukan dua tim besar dunia Barcelona (Spanyol) Vs Liverpool (Inggris) dan tanggal 9 Mei 2019 Ajax Amsterdam (Belanda) Vs Tottenham Hotspurs (Inggris). Dilihat dari hasil akhir dua pertandingan dunia tersebut cukup berkelas, fantastis dan menakjubkan. 

Liverpool melaju ke Final setelah sebelumnya kalah 0-3 di leg 1 atas Barcelona. Ketidak percayaan dan kemustahilan sang pelatih Liverpool Juergen Klopp bisa mengalahkan Barcelona dikandang sendiri dengan skor 4-0 menuai sejarah dipersepakbolaan antar klub Eropa

Tottenham Hotspurs tak kalah serunya, dikandang pada leg 1 menyerah 0-1 atas Ajax, tetapi di kandang lawan (Ajax) bisa menjungkirbalikan keadaan, menang 3-2 atas Ajax, sehingga melenggang ke Final ( 1 Juni 2019 di Madrid) berhadapan dengan sesama tim Inggris dan musuh bebuyutannya Liverpool.

Senyum Kemangan Sang Pelatih Tottenham Hotspur (Sumber Foto Bola.com)

Berikut Blog Guru Ataya mencoba menelaah dan mempelajari hasil pertandingan tersebut di lihat dari dunia Pendidikan yang berhubungan dengan pembelajaran di Kelas, yaitu tentang pembelajaran abad 21 tentang karakter. Tidak akan mengulas jalannya pertandingan yang cukup menguras pikiran, sport jantung dan membuat deg-degan buat para pendukung fanatik ke empat tim yang bertanding, tapi sebagai guru blog guru ataya mencoba mempelajari, menyimak,mengamati dan menyaksikan langsung via TV swasta dua pertandingan tersebut. Ada Nilai Karaketr di Leg 2 Semi Final Liga Champion Eropa 2019 tersebut.

Rabu, 08 Mei 2019

Pembelajaran Hidup Dari Dua Video

Pembelajaran Hidup Dari Dua Video
Oleh: Iwan Sumantri

Dihari ketiga Ramadan 1440 H, blog guru ataya memcoba berbagi tentang pembelajaran hidup terutama buat diri sendiri yang mudah-mudahan bisa menginspirasi dan memberikan sesuatu yang bermakna.

Pembelajaran apa yang bisa di dapat dari dua video berikut, tentunya akan berbeda tanggapan dan jawabannya tergantung darimana kita menilai dan mensikapinya.

Yuk...simak Video dibawah ini dengan Hati dan Perasaan kita masing-masing !

Silahkan tuliskan pembelajaran apa yang bisa kita simak dari tayangan 2 vodeo dibawah ini di kolom komentar !

Video 1

 Video 2

Selasa, 07 Mei 2019

Tantangan Guru Abad 21

Tantangan Guru Abad 21
Oleh: Iwan Sumantri


Menjelang Post Test Level 1 ( Rabu 8 Mei 2019) untuk calon duta rumah belajar 2019 wilayah Jawa Barat, blog guru ataya mencoba berbagi hasil dari mempelajari modul 2 Penerapan Abad 21 Memanfaatkan Rumah Belajar (
http://belajar.kemdikbud.go.id). Berikut hasil rangkuman modul tersebut :

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, dak terkecuali di bidang pendidikan. Pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21. Pendidik saat ini harus mampu mempersiapkan peserta didik untuk pekerjaan dan teknologi yang belum ada dan menyelesaikan masalah yang bahkan belum diketahui.

Abad 21 bisa dikatakan sebagai abad yang kritis dalam sejarah hidup manusia. Pada abad 21 ini, yang sering disebut abad globalisasi, setiap perubahan sangat jelas terlihat di segala bidang kehidupann. Perkembangan ilmu pengetahuan yang luar biasa di segala bidang, terutama bidang teknologi dan informasi membuat dunia ini semakin sempit. Karena kecanggihan  teknologi, beragam informasi dari berbagai sudut dunia  mampu diakses dengan instant dan cepat oleh siapapun dan dari manapun. Namun demikian, pada abad 21 ini permasalahan yang dihadapi manusia semakin rumit. Permasalah yang timbul akibat dari perkembangan zaman antara lain  krisis ekonomi global, pemanasan global, terorisme, rasisme, drug abuse, trafficking, masih rendahnya kesadaran berbudaya, kesenjangan mutu pendidikan antar kawasan  dan lain sebagainya. Setiap masalah  tersebut membutuhkan pemecahan  yang harus dilakukan masyarakat secara bersama sama.

Senin, 06 Mei 2019

Kisah Nyata Buat Para Orang Tua dan Guru


Kisah Nyata Buat Para Orang Tua dan Guru
Oleh : Iwan Sumantri

Sudah lama nih blog guru ataya tidak memposting artikel, maklum banyak kegiatan sekolah, mulai dari akriditasi sekolah, persiapan UN, Gebyar S3 Ceria Berbudi, perpisahan dan persiapan PAT yang banyak menyita waktu dan energi, sehingga berdampak pada keinginan untuk menulis sedikit terhambat. Namun kali ini blog guru ataya mencoba sesuatu tulisan, yang mudah-mudahan memberikan kontribusi buat para orang tua dan guru di sela-sela maraknya kepercayaan pada guru semakin "kurang" dan selalu jadi pembicaraan.

Berikut kisah nya !


- AKU KORBAN KEKERASAN GURU -


Perkenalkan, aku Indah. Lulusan terbaik Universitas Negeri Jakarta.
Kapan aku duduk di bangku SD? Pada masa teknologi masih Radio dengan antena, dan Televisi masih hitam putih dikeroyok semut.

Aku korban kekerasan guru sejak kelas tiga SD. Masih segar di ingatan, wali kelasku, Pak Yunus, berteriak marah, "hey, kamu! Maju ke depan kelas!" Dengan wajah menantang aku berdiri, menghampiri beliau.

"Selesaikan soal ini!" Lelaki empat puluh tahun itu memukul papan tulis dengan penggaris kayu. "Salah sedikit saja, habis kamu!" Aku dengan yakin mengerjakan soal matematika yang ia berikan.

"Sudah, Pak." Aku berseru dengan sombong. Yakin kalau jawabanku pasti benar.

Tapi ....